Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Juni 2013

David Karp, putus sekolah tapi kaya raya

Bluezer Blog - Pembawaannya yang tenang, cenderung tertutup dan banyak menghabiskan sebagian besar waktu luangnya untuk menggauli komputernya di kamar, tak disangka-sangka menjadi awal cikal bakal buah kesuksesannya. 

Itulah David Karp, anak muda berusia 26 yang sukses mendirikan bisnis layanan sosial Tumblr.  Apa yang dialami David Karp ini bukan kebetulan. Akan tetapi, semua harus melalui proses belajar dan  perjuangan panjang.

Meski tak menyelesaikan bangku sekolahnya, namun Karp mampu menunjukkan bahwa ia termasuk orang yang diperhitungkan dalam jagat maya. Karp membuktikan bahwa pendidikan tak selamanya memegang kendali atas nasib seseorang.

Sebelum membentuk Tumblr, Karp mengawalinya dengan memainkan peranan penting di dunia startup. Siapa sangka jika layanan micro blogging-nya tersebut berhasil mencuri hati Marissa Mayer yang menjadi CEO Yahoo untuk meminangnya senilai USD1,1 miliar atau sekira Rp10 triliun pekan lalu.

Kilas balik ketika David Karp berusia 14 tahun, ia hanyalah seorang remaja biasa. Pembawaannya yang tenang, cenderung tertutup dan banyak menghabiskan sebagian besar waktu luangnya untuk menggauli komputernya di kamar, tak disangka-sangka menjadi awal cikal bakal buah kesuksesannya.

Berbeda dengan kebanyakan orangtua lainnya, Barbara Ackerman, ibunya justru malah menyarankannya keluar dari sekolah tinggi dan melanjutkan kecintaannya terhadap dunia komputer.

“Aku melihat sepanjang hari dari pagi sampai malam, ia hanyut dengan komputernya. Ini jelas menunjukkan bahwa David memiliki hasrat yang sangat besar terhadap mesin itu,” ungkap Ibunya.

Tahun 2000
Setelah mengundurkan diri dari bangku sekolahnya, pria tinggi bermata biru ini bekerja paruh waktu di salah satu perusahaan di New York. Karp memulai meniti karier ketika bertemu dengan seorang produser televisi yang saat itu menjabat sebagai direktur pertama MTV. Keduanya bertemu saat Kamp masih di sekolah tinggi pada 2000 silam.

“Sambil minum kopi, ia (Kamp) menjelaskan kebosanannya duduk di bangku sekolah. Lalu ia berkunjung ke kantor saya di Park Avenue dan mengatakan dia ingin belajar tentang teknik dan menjadi insinyur yang hebat,” kenang Seibert.

Semenjak itu, keesokan harinya Karp muda rutin datang. Sontak Seibert menanyakan apakah jadwal sekolahnya telah berubah, jawaban mengejutkan pun datang dari pria kelahiran 6 Juni 1986 ini, “Aku sudah keluar dari sekolah!”

Seibert pun melihat keseriusan dan bakat pada diri Karp, ia memintanya untuk membangun situs bagi perusahaan barunya yaitu sebuah video produksi pakaian bernama Next New Networks. Adapun Next New Networks meupakan salah satu produk video pertama di iTunes dan akhirnya diakuisisi oleh Google seharga USD50 juta.

Karp kemudian datang mengeluarkan PlayStation besutan Sony dan mengatakan kepadanya, Apple akan merilis iPod dengan kemampuan pemutar video.

Karenanya perusahaan Seibert berjalan di depan kurva pangsa pasar.
Seibert pun akhirnya memutuskan untuk menjadi investor di Tumblr dan duduk di dewan perusahaan Karp tersebut. Tak lama kemudian, Karp mengambil seribu langkah ke negeri Sakura untuk mencoba peruntungan nasib di salah satu start-up di sana selama beberapa bulan.

Sekembalinya ke negeri Paman Sam, Karp menjadi kepala kantor bidang teknologi untuk situs jual beli online bagi orang tua, UrbanBaby. Tak berapa lama, CNET Networks membeli UrbanBaby pada 2006, sementara Karp mengeruk tabungannya untuk mendirikan perusahaannya sendiri bernama Davidville. Di mana, salah satu proyeknya adalah layanan blogging sederhana bernama Tumblr.

Titik Awal
Awal mula kehidupan Tumblr, Karp mengalami kesulitan untuk menahkodai perusahaan tersebut seorang diri. Awalnya, hanya empat karyawan. Kini, seiring berjalannya waktu ia pun berhasil menjaring banyak karyawan tepat 175 hari setelah didirikannya Tumblr.

Sejak Tumblr menyapa dunia enam tahun yang lalu, Karp sudah dikagumi banyak pihak karena keterampilan program dan kecerdasannya dalam mendesain situs asuhannya tersebut. Meski demikian, tidak sedikit juga pihak yang mencemoohnya. Bahkan ia pernah muncul di harian New York Post dan dicap sebagai “fameball”, sebuah istilah yang biasa digunakan untuk menghina seseorang yang dinilai memiliki keinginan untuk tenar.

“Saat pertama kali berjumpa dengan David, ia masih berusia 20 tahun dengan gaya khas remaja yang ‘cuek’. Tapi aku tahu dia akan menjadi salah satu pengusaha langka yang sukses di dunia maya dengan ide-ide briliannya,” ungkap seorang investor pertama di Tumblr, Bijan Sabet.

Perjalanan waktu telah membawa Tumblr menjadi lebih matang. Akan tetapi, permasalahan yang menggerogotinya justru datang dari sisi keuangan perusahaan. Pendapatan tidak tumbuh secepat yang mereka perhitungkan dan beberapa investor menganggap Karp harus menemui kepala eksekutif berpengalaman untuk dapat lebih mengembangkan produk.

Meski dihadapkan dengan keadaan tak menentu, Karp tetaplah Karp. Pribadi yang tidak banyak bicara dan cenderung suka menyendiri. Dalam sebuah kesempatan wawancara pada konfrensi Founders di New York, ia mengatakan bahwa suka datang ke kantor lebih awal untuk bekerja sendiri dan menghindari orang lain.

“Saya merasa paling produktif dan terlibat penuh ketika sudah terkubur dalam kode-kode di beberapa proyek dan merangkai beberapa desain. Itu membuat saya menjadi tertutup,” ungkap Karp seperti yang dikutip Okezone dari NDTV, Jumat (24/5/2013).

Sumber : http://techno.okezone.com/read/2013/05/30/363/814917/putus-sekolah-david-karp-malah-kaya-raya-di-bisnis-tumblr

Rabu, 17 Oktober 2012

Tips mengurangi Galau


Bluezer Blog - "GALAU" sebuah kata yang tiba-tiba saja booming(khususnya di indonesia) di kalangan remaja. tak ada yang tahu pasti arti kata galau tersebut, tapi orang-orang biasa menyebutnya saat melihat seseorang atau teman mereka sedang dalam keadaan bingung, dilema, kalut dan sebagainya. Galau itu tidak hanya terjadi saat putus cinta, tapi juga terjadi saat anda menghadapi masalah yang mungkin membuat anda resah.

berikut adalah cara menghilangkan atau mengurangi rasa galau tersebut :

- baiknya mengalihkan rasa galau anda dengan menkonsumsi yang enak anda anda sukai(sekalian perbaiki gizi).

- cari tempat anda bisa mencurahkan isi hati, bisa ke sahabat atau siapa saja(asal jangan sama orang gila).

- anda juga bisa bersenag-senang dengan teman-teman anda dengan melakukan wisata, ngumpul-ngumpul atau apa saja yang membuat anda merasa terhibur.

- jangan hanya memikirkan masalah yang anda alami, berpikirlah bagaimana anda bisa menyelesaikan maslah tersebut.

selamat mencoba... :)

sumber : klik disini

Senin, 19 Maret 2012

Jangan Anggap Enteng Hal yang Remeh


Bluezer Blog - Maling cilik mengatur alur nafas karena capai berlari. Mengamati sebuah mangga sigenggamannya, itu baru saja didapat dari kebun, dari sebuah lemparan jitu. Diamati sekali lagi lalu dicampakkan, "ah, ini hanya
mangga muda!" celotehnya. Mengapa dia dikejar-kejar ? bukan karena dia mengambil mangga muda mentah, tapi karena dia mencuri mangga yang pasti akan masak.
Begitupun, mengapa semua tradisi, budaya, agama sangat perhaian terhadap pencurian walaupun remeh ? bukan karena pencurian itu merugikan orang lain, tapi lebih karena itu adalah ide awal penjajahan terhadap bangsa lain. Maka anjurkan kebaikan, walaupun remeh. dan cegah keburukan walau sepele, tentu dengan sikap bijak. Mulailah semua kebahagiaan dari kesederhanaan. dan, akhirilah setiap kesengsaraan dari ketergesa-gesaan.
by : maestro n_n

Sabtu, 17 Maret 2012

Segenggam Gundah



Subuh tadi saya melewati sebuah rumah, 50 meter  dari rumah saya dan melihat seorang isteri mengantar suaminya sampai pagar depan rumah. "Yah,  beras sudah habis loh...," ujar isterinya. Suaminya hanya tersenyum dan bersiap melangkah,  namun langkahnya terhenti oleh panggilan anaknya  dari dalam rumah, "Ayah, besok Agus harus bayar uang praktek."


 "Iya...," jawab sang Ayah. Getir terdengar ditelinga saya, apalah lagi bagi lelaki itu, saya bisa menduga langkahnya semakin berat.

Ngomong-ngomong, saya jadi ingat pesan anak saya  semalam, "Besok beliin lengkeng ya" dan saya hanya  menjawabnya dengan "Insya Allah" sambil berharap  anak saya tak kecewa jika malam nanti tangan ini  tak berjinjing buah kesukaannya itu.



Di kantor, seorang teman menerima SMS nyasar, "Jangan lupa, pulang beliin susu Nadia ya". Kontan  saja SMS itu membuat teman saya bingung dan  sedikit berkelakar, "Ini, anak siapa minta susunya  ke siapa". Saya pun sempat berpikir, mungkin jika  SMS itu benar-benar sampai ke nomor sang Ayah, tambah satu gundah lagi yang bersemayam. Kalau  tersedia cukup uang di kantong, tidaklah masalah. Bagaimana jika sebaliknya?

Banyak para Ayah setiap pagi membawa serta gundah  mereka, mengiringi setiap langkah hingga ke  kantor. Keluhan isteri semalam tentang uang   belanja yang sudah habis, bayaran sekolah anak  yang tertunggak sejak bulan lalu, susu si kecil  yang tersisa di sendok terakhir, bayar tagihan listrik, hutang di warung tetangga yang mulai  sering mengganggu tidur, dan segunung gundah lain  yang kerap membuatnya terlamun.

Tidak sedikit Ayah yang tangguh yang ingin membuat isterinya tersenyum, meyakinkan anak-anaknya  tenang dengan satu kalimat, "Iya, nanti semua Ayah  bereskan," meski dadanya bergemuruh kencang dan  otaknya berputar mencari jalan untuk janjinya membereskan semua gundah yang ia genggam.

Maka sejarah pun berlangsung, banyak para Ayah yang berakhir di tali gantungan tak kuat menahan   beban ekonomi yang semakin menjerat cekat lehernya. Baginya, tali gantungan tak bedanya dengan jeratan hutang dan rengekan keluarga yang tak pernah bisa ia sanggupi. Sama-sama menjerat, bedanya, tali gantungan menjerat lebih cepat dan  tidak perlahan-lahan.

Tidak sedikit para Ayah yang membiarkan tangannya  berlumuran darah sambil menggenggam sebilah pisau mengorbankan hak orang lain demi menuntaskan gundahnya. Walau akhirnya ia pun harus berakhir di dalam penjara. Yang pasti, tak henti tangis bayi  di rumahnya, karena susu yang dijanjikan sang Ayah tak pernah terbeli.

Tak jarang para Ayah yang terpaksa menggadaikan  keimanannya, menipu rekan sekantor, mendustai  atasan dengan memanipulasi angka-angka, atau  berbuat curang di balik meja teman sekerja. Isteri dan anak-anaknya tak pernah tahu dan tak pernah bertanya dari mana uang yang didapat sang Ayah. Halalkah? Karena yang penting teredam sudah gundah hari itu.

Senin, 12 Maret 2012

Kepada semua sahabat yang merindukan Rasullullah




Dan, Semesta pun Kehilangan Pelita Terindahnya
Ketika Al-Musthafa berada dihadapan
Ku pandangi pesonanya dari ujung kaki hingga kepala,
Tahukah kalian apa yang terjelma?
Cinta!

(Abu Bakar ra)
      Nabi demam kembali, kini panasnya semakin tinggi. Lemah ia berbaring, menghadapkan wajah pada Fatimah anak kesayangan. Sudah beberapa hari terakhir, kesehatannya tidak lagi
menawan. Senin itu, kediaman manusia paripurna didatangi seorang berkebangsaan Arab dengan wajah rupawan. Di depan pintu, ia mengucapkan salam "Assalamu?alaikum duhai para keluarga Nabi dan sumber kerasulan, bolehkah saya menjumpai kekasih Allah?". Fatimah yang sedang mengurusi ayahnya, tegak dan berdiri di belakang pintu "Wahai Abdullah, Rasulullah sedang sibuk dengan dirinya sendiri". Fatimah berharap tamu itu mengerti dan pergi, namun suara asing semula kembali mengucapkan salam yang pertama.
"Alaikumussalam, hai hamba Allah" kali ini Nabi yang menjawabnya.
"Anakku sayang, tahukah engkau siapakah yang kini sedang berada di luar?"
"Tidak tahu ayah, bulu kudukku meremang mendengar suaranya"
"Sayang, dengarkan baik-baik, di luar itu adalah dia, pemusnah kesenangan dunia, pemutus nafas di raga dan penambah ramai para ahli kubur". Jawaban nabi terakhir membuat fatimah jatuh terduduk. Fatimah menangis seperti anak kecil.
"Ayah, kapan lagi aku akan mendengar dirimu bertutur, harus bagaimana aku menuntaskan kerinduan kasih sayang engkau, tak akan lagi ku memandang wajah kesayangan ayahanda" pedih Fatimah. Nabi tersenyum, lirih ia memanggil " Sayang,
mendekatlah, kemarikan pendengaranmu sebentar". Fatimah menurut, dan Kekasih Allah itu berbisik mesra di telinga anaknya, "Engkau adalah keluargaku yang pertama kali menyusul sebentar kemudian". Seketika wajah fatimah tidak lagi pasi tapi bersinar.
Lalu kemudian, Fatimah mempersilahkan tamu itu masuk. Malaikat pencabut maut berparas jelita itu pun kini berada di samping Muhammad.
"Assalamu?alaikum ya utusan Allah" dengan takzim malaikat memberi salam.
"Salam sejahtera juga untukmu pelaksana perintah Allah, apakah tugasmu saat ini, berziarah ataukah mencabut nyawa si lemah?" tanya nabi. Angin berhembus dingin.
"Aku datang untuk keduanya, berziarah dan mencabut nyawamu, itupun setelah engkau perkenankan, jika tidak Allah memerintahkanku untuk kembali"
"Di manakah engkau tinggalkan Jibril? Duhai izrail?"
"Ia ku tinggal di atas langit dunia".
Tak lama kemudian, Jibril pun datang dan memberikan salam kepada seseorang yang juga dicintanya karena Allah.
"Ya Jibril, gembirakanlah aku saat ini" pinta Al-Musthafa.
Terdengar Jibril bersuara pelan di dekat telinga manusia pilihan, "Sesungguhnya pintu langit telah di buka, dan para Malaikat tengah berbaris menunggu sebuah kedatangan, bahkan pintu-pintu surga juga telah di lapangkan hingga terlihat para bidadari yang telah berhias menyongsong kehadiran yang paling ditunggu-tunggu".
"Alhamdulillah, betapa Allah maha penyayang" sendu Nabi, wajahnya masih saja pucat pasi.
"Dan Jibril, masukkan kesenangan dalam hati ini, bagaimana keadaan ummatku nanti".
"Aku beri engkau sebuah kabar akbar, Allah telah berfirman, "Sesungguhnya Aku, telah mengharamkan surga bagi semua Nabi, sebelum engkau memasukinya pertama kali, dan Allah mengharamkan pula sekalian umat manusia sebelum pengikutmu yang terlebih dahulu memasukinya" Jawaban Jibril itu begitu berpengaruh. Maha suci Allah, wajah Nabi dilingkupi denyar cahaya. Nabi tersenyum gembira. Betapa ia seperti tidak sakit lagi. Dan ia pun menyuruh malaikat izrail mendekat dan menjalankan amanah Allah.
Izrail, melakukan tugasnya. Perlahan anggota tubuh pembawa cahaya kepada dunia satu persatu tidak bergerak lagi. Nafas manusia pembawa berita gembira itu semakin terhembus jarang. Pandangan manusia pemberi peringatan itu kian meredup sunyi. Hingga ketika ruhnya telah berada di pusat dan dalam genggaman Izrail, nabi sempat bertutur, "Alangkah beratnya penderitaan maut". Jibril berpaling tak sanggup memandangi sosok yang selalu ia dampingi di segala situasi.
"Apakah engkau membenciku Jibril"
"Siapakah yang sampai hati melihatmu dalam keadaan sekarat ini, duhai cinta," jawabnya sendu.
Sebelum segala tentang manusia terindah ini menjadi kenangan, dari bibir manis itu terdengar panggilan perlahan "Ummatku? Ummatku?.". Dan ia pun dengan sempurna kembali. Nabi Muhammad Saw, pergi dengan tersenyum, pada hari senin 12 Rabi'ul Awal, ketika matahari telah tergelincir, dalam usia 63 tahun.
Muhammad, Nabi yang Ummi, Kekasih para sahabat di masanya dan di sepanjang usia semesta, meninggalkan gemilang cahaya kepada dunia. Muhammad, pemberi peringatan kepada semua manusia, menorehkan dalam-dalam tinta keikhlasan di lembaran sejarah. Muhammad, yang bersumpah dengan banyak panorama indah alam: "demi siang bila datang dengan benderang cahaya, demi malam ketika telah mengembang, demi matahari sepenggalah naik", telah membumbungkan Islam kepada cakrawala megah di angkasa sana. Ia, Muhammad, menembus setiap gendang telinga sahabatnya dengan banyak kuntum-kuntum sabda pengarah dalam menjalani kehidupan. Ia, Muhammad, yang di sanjung semua malaikat di setiap tingkatan langit, berbicara tentang surga, sebagai tebusan utama, bagi setiap amalan yang dikerjakan. Ia, Muhammad yang selalu menyayangi fakir miskin dan anak yatim, menggelorakan perintah untuk senantiasa memperhatikan manusia lain yang berkekurangan. Dan Ia, Muhammad, tak akan pernah kembali lagi.
Sungguh, Madinah berubah kelabu. Banyak manusia terlunta di sana.
Dan Aisyah ra, yang pangkuannya menjadi tempat singgah kepala Rasulullah di saat terakhir kehidupannya, menyenandungkan syair kenangan untuk sang penerang, suaranya bening. Syahdunya membumbung ke jauh angkasa. Beginilah Aisyah menyanjung sang Nabi yang telah pergi:
Wahai manusia yang tidak sekalipun mengenakan sutera,
Yang tidak pernah sejeda pun membaringkan raga pada empuknya tilam
Wahai kekasih yang kini telah meninggalkan dunia,
Ku tau perut mu tak pernah kenyang dengan pulut lembut roti gandum
Duhai, yang lebih memilih tikar sebagai alas pembaringan
Duhai, yang tidak pernah terlelap sepanjang malam karena takut sentuhan neraka Sa?ir
Dan Umar r.a yang paling dekat dengan musuh di setiap medan jihad itu, kini menghunus pedang. Pedang itu menurutnya diperuntukkan untuk setiap mulut yang berani menyebut kekasih kesayangannya telah kembali kepada Allah. Umar tatap wajah-wajah para sahabat itu setajam mata pedangnya, meyakinkan mereka bahwa Umar sungguh-sungguh. Umar terguncang. Umar bersumpah. Umar berteriak lantang. Umar menjadi sedemikian garang. Ia berdiri di hadapan para sahabat yang terlunta-lunta menunggu kabar manusia yang dicinta.
Dan Abu Bakar, sahabat yang paling lembut hatinya, melangkah pelan menuju jasad manusia mulia. Langkahnya berjinjit, khawatir kan mengganggu seseorang yang tidur berkekalan, pandangannya lurus pada sesosok cinta yang dikasihinya sejak pertama berjumpa. Raga berparas rembulan itu kini bertutup kain selubung. Abu bakar hampir pingsan. Nafasnya berhenti berhembus, tertahan. Sekuat tenaga, ia bersimpuh di depan jasad wangi al-Musthafa. Ingin sekali membuka penutup wajah yang disayangi arakan awan, disanjung hembusan angin dan dielu-elukan kerlip gemintang, namun tangannya selalu saja gemetar. Lama Abu bakar termenung di depan jenazah pembawa berkah. Akhirnya, demi keyakinannya kepada Allah, demi matahari yang masih akan terbit, demi mendengar rintihan pedih ummat di luar, Abu bakar mengais sisa-sisa keberanian. Jemarinya perlahan mendekati penutup tubuh suci Rasulullah, dan dijumpailah, wajah yang tak pernah menjemukan itu. Abu bakar memesrai Nabi dengan mengecup kening indahnya. Hampir tak terdengar ia berucap, "Demi ayah dan bunda, indah nian hidupmu, dan indah pula kematianmu. Kekasih, engkau memang telah pergi". Abu bakar menunduk. Abu Bakar mematung. Abu Bakar berdoa di depan tubuh nabi yang telah sunyi.
Dan Bilal bin Rabah, yang suaranya selalu memenuhi udara Madinah dengan lantunan adzan itu, tak lagi mampu berseru di ketinggian menara mesjid. Suaranya selalu hilang pada saat akan menyebut nama kekasih ?Muhammad?. Di dekat angkasa, seruannya berubah pekik tangisan. Tak jauh dari langit, suaranya menjelma isak pedih yang tak henti. Setiap berdiri kukuh untuk mengumandangkan adzan, bayangan Purnama Madinah selalu saja jelas tergambar. Tiap ingin menyeru manusia untuk menjumpai Allah, lidahnya hanya mampu berucap lembut, "Aku mencintaimu duhai Muhammad, aku merindukanmu kekasih". Bilal, budak hitam yang kerap di sanjung Nabi karena suara merdunya, kini hanya mampu mengenang Sang kekasih sambil menatap bola raksasa pergi di kaki langit.
Dan, terlalu banyak cinta yang menderas di setiap jengkal lembah madinah. Yang tak pernah bisa diungkapkan. Semesta menangis.
***
Sahabat, Sang penerang telah pergi menemui yang Maha tinggi. Purnama Madinah telah kembali, menjumpai kekasih yang merindui. Dan semesta, kehilangan pelita terindahnya. Saya mengenangmu ya Rasulullah, meski hanya dengan setitik tinta pena. Saya mengingatimu duhai pembawa cahaya dunia, meski hanya dengan selaksa kata. Dan saya meminjam untaian indah peredam gemuruh dada, yang dilafadzkan Hasan Bin Tsabit, salah seorang sahabat penyair dari masa mu:
Engkau adalah ke dua biji mata ini
Dengan kepergianmu yang anggun,
Aku seketika menjelma menjadi seorang buta
Yang tak perkasa lagi melihat cahaya
Siapapun yang ingin mati mengikutimu
Biarlah ia pergi menemui ajalnya,
Dan Aku,
Hanya risau dan haru dengan kepergian terindah mu
Sahabat, kenanglah Nabi Muhammad Saw, meski dalam kelengangan yang sempurna, agar hal ini menjadi obat ajaib, penawar dan penyembuh kegersangan hati yang kerap berkunjung. Agar, di akhirat kelak, dengan agung Nabi memanggil semua manusia yang senantiasa merindukan dan mencintainya. Adakah yang paling mempesona dihadapanmu, ketika suara suci Nabi menyapamu anggun, menjumpaimu dengan paras yang tak pernah kau mampu bayangkan sebelumnya. Adakah yang paling membahagiakan di kedalaman hatimu, ketika sesosok yang paling kau cinta sepenuh jiwa dan raga, berada nyata di dekatmu dan menemuimu dengan senyuman yang paling manis menembusi relung kalbu. Dan adakah di dunia ini yang paling menerbangkan perasaanmu ke angkasa, ketika jemari terkasih menggapaimu untuk memberikan naungan perlindungan dari siksa pedih azab neraka. Adakah sahabat???
Jika saat ini ada yang bening di kedua sudut kelopak matamu, berbahagialah, karena mudah-mudahan ini sebuah pertanda. Pertanda cinta tak bermuara. Dan, ketika kau tak dapati air mata saat ini, kau sungguh mampu menyimpan cinta itu di dasar hatimu.

Sabtu, 11 Juni 2011

Penting untuk Direnungkan

Betapa besarnya nilai uang kertas
senilai Rp.100.000, apabila dibawa ke masjid
untuk disumbangkan; tetapi betapa kecilnya kalau
dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!

Betapa lamanya melayani Allah selama lima
belas menit namun betapa singkatnya kalau
kita melihat film.

betapa sulitnya untuk mencari kata-kata
ketika berdoa (spontan) namun betapa mudahnya
kalau mengobrol atau bergosip dengan teman
tanpa harus berpikir panjang-panjang.

Betapa asyiknya apabila pertandingan
Sepak Bola diperpanjang waktunya ekstra namun
kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih
lama sedikit daripada biasa.

Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar
Al-qur'an betapa mudahnya membaca 100
halaman dari novel yang laris.

Betapa getolnya orang untuk duduk di depan
dalam pertandingan atau konser namun
lebih senang duduk di bangku paling belakang di masjid

Betapa Mudahnya membuat 40 tahun dosa demi
memuaskan nafsu birahi semata, namun
alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama
30 hari ketika berpuasa.

Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu
untuk sholat 5 waktu; namun betapa mudahnya
menyesuaikan waktu dalam sekejap pada
saat terakhir untuk event yang menyenangkan.

Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang
terkandung di dalam al qur'an; namun
betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip
yang sama kepada orang lain.

Betapa mudahnya kita mempercayai apa
yang dikatakan oleh koran namun betapa kita
meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci AlQuran.

Betapa setiap orang ingin masuk sorga
seandainya tidak perlu untuk percaya atau
berpikir,atau mengatakan apa-apa,atau
berbuat apa-apa.

Betapa kita dapat menyebarkan seribu
lelucon melalui e-mail, dan menyebarluaskannya
dengan FORWARD seperti api; namun kalau ada
mail yang isinya tentang Kerajaan Allah betapa
seringnya kita ragu-ragu, enggan membukanya
dan mensharingkannya, serta langsung klik pada icon
DELETE.

ANDA TERTAWA ...? atau ANDA BERPIKIR-PIKIR...?

Sebar luaskanlah Sabda-Nya, bersyukurlah
kepada ALLAH, YANG MAHA BAIK,PENGASIH
DAN PENYAYANG.
Apakah tidak lucu apabila anda tidak
memFORWARD pesan ini. Betapa banyak
orang tidak akan menerima pesan ini, karena
anda tidak yakin bahwa mereka masih percaya
akan sesuatu?

S'moga dapat memberikan manfaat, mohon maaf yg tdk berkenan..................





= Umat Islam Jaya - Bila Sholat Berjamaah 5 Waktu ditegakkan di
Musholla/Masjid =

Kamis, 09 Juni 2011

Yang Lalu Biarlah Berlalu

Mengingat dan mengenang masa lalu  ,kemudian  bersedih atas nestapa 
Dan kegelapan  di dalam nya merupakan  tindakan  bodoh  dan  gila  itu  sama 
Artinta dengan membunuh semangat  ,memupuskan  tekat  dan mengubur masa
Depan  yang belum terjadi.
                        
Bagi orang orang yang berpikir  Berkas berkas masa lalu  akan dilipat
Dan tak akan pernah dilihat kembali  ,Cukup di tutup dengan rapat rapat ,lalu di simpan di dalam ruang (penglupaan .di ikat dengan tali dalam pencarapengacuhan selama nya. lalu!
Apakah anda ingin mengembalikan air sungai kehulu.tahari ketempat terbit,seorok bayi ke perut ibu nya ,   

Atau di letak kan dalam ruangan yang gelap yang tak tembus cahaya .
Yang demikian ,karena  masa lalu telah berlalu dan telah habis ,kesedihan untuk memperbaikinya kembalinya .kegundahan tidak akan mampu merubah nya menjadi terang ,dan kegaluan tidak dapat menghidup kan nya kembali.
Karena memang dia itu memang suda tak ada.

Jangan pernah hidup dalam mimpi  buruk masa lalu ,Atau di bawah payung gelap
masa silam,Selamat kan diri anda dari bayangan masa lalu,membaca  kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan mengendurkan semangat dan menyiyiakan  waktu yang sangat berharga.

Orang orang yang berusaha kembali kemasa lalu ,adalah tak ubah seperti orang menembuk tepung ,Atau orang yang mengergaji serbuk kayu.Syahan nenek moyang kita dahulu adalah:Orang yang selalu meneratapi masa lalu nya  adalah seperti sedemikian ”Jangan lah engkau mengerluarkan mayat ,ayat di dalam lahar atau kubur nya”


            Orang yang berpikir jernih tidak akan pernah melihat dan sedikit pun tidak akan  menoleh kebelakang Pasal nya angin akan selalu akan berhembus kedepan ,akan akan mengalir kedepan , setiap khalifah akan berjalan kedepan
Dan segala sesuatu akan selalu akan bergerak kedepan.maka itu,Janganlah pernah melawan sunnah kehidupan!Orang orang yang selalu mengingat masa lalu adalah seperti orang umat masa dahulu.